Kau
Aku bagaikan mendapat sebuah
masalah yang tidak ada jawabnya. Bukan permasalahan matematika yang bisa
dipecahkan dengan rumus limit fungsi atau permasalahan fisika termodinamika
yang dapat dengan mudah di selesaikan. Ini perasaan! Siapa yang tahu jawaban
dari sebuah perasaan seseorang yang tak berujung seperti kau mencari sebuah
ujung dunia? Menurutku ini lebih rumit daripada matematika!
Aku masih ingat bagaimana kau
mengeja namaku saat kita berkenalan, senyum manis mengembang dari bibirmu
dengan sinar mata yang sangat mengagumkan. Benar membuatku lemas dan merasa
seperti ‘ah perasaan apa ini’. Aku tidak akan lupa, bagaimana kau selalu
memperhatikan setiap hal-hal kecil yang aku lakukan. Kau selalu tahu apa yang
aku suka dan tidak. Aku juga selalu mengingat apa yang membuatmu sakit dan
bahagia.
Aku selalu teringat tentangmu. Aku
tahu ini sudah lebih dari 7 bulan kita berpisah, tapi aku tetap saja tidak bisa
melupakan segalanya, bukan karena aku takut sendiri, bukan karena aku tidak
ikhlas, bukan karena aku tidak bisa menemukan penggantimu, tapi karena terlalu
banyak kenangan manis yang harus aku jauhkan dari pikiranku. Aku manusia, tak
jauh dari luput dan salah. Aku bisa saja lupa atau sengaja melupakan, tapi
untuk masalah ini, aku tidak yakin ini akan berhasil. Kau benar-benar sudah
merekat disini, di otak juga hatiku, entah lem super apa yang kau gunakan
sehingga kau benar-benar tidak bisa ‘kubuang’ dengan mudah.
Kau tau? Kau baik. Sangat baik.
Tapi entah, kenapa kita bisa berpisah seperti ini? Bukankah kau bilang kita ini
pasangan yang serasi? Kita benar-benar saling menyayangi dan melengkapi
kecacatan satu sama lain sehingga semua terasa sempurna jika kita bersama. Apa
kau bosan? Apa aku membosankan? Kenapa kau baru merasa bosan sekarang? Ini
aneh, sudah dua tahun lebih kita menjalin hubungan dan kau baru merasa bosan
sekarang. Aku tidak menyesal. Sama sekali tidak. Tapi selalu saja kata ‘kenapa
kenapa dan kenapa’ ini berputar putar di otakku bagaikan bumi yang berputar
pada porosnya.
Tapi aku bisa apa? Kau juga sudah
ada yang lain. Apa perlu aku tetap mencari sebuah jawaban perasaan ini? Tidak!
Aku tidak akan mencari karena aku tau kau tidak akan pernah sama denganku lagi.
Aku tau jika aku mencarinya aku akan merasakan sakit untuk kesekian kalinya. Tapi
tidak menutup kemungkinan juga kau masih menyimpanku disana, dihati kecilmu. Ah,
aku bingung. Yang aku tahu hanya kini tidak selayaknya aku tetap mencintaimu.
Memang benar tidak pantas jika aku masih menginginkanmu. Ini semua hanya karena
sebuah posisi. Memangnya aku siapa dan kau siapa?
Semua sudah berubah memang.
Hari-hariku tidak seperti biasanya yang selalu saja penuh dengan senyummu,
semangatmu dan juga bahagiamu. Mungkin hari-harimu juga sudah berubah, tak
terkecuali dengan perasaanmu itu. Bahagiamu kini bukan untuk aku lagi,
semangatmu, canda tawamu, dan juga nasihat-nasihatmu yang kadang kuanggap
sedikit mengganggu. Tapi aku rindu! Aku rindu, apa kau tau?
Aku rindu, rindu pada hari dimana
kita bertemu, lalu kita berkenalan saling menjabat tangan. Aku rindu, rindu
pada hari dimana kau selalu ada untuk aku, lalu kau bilang kau menyukaiku. Aku
rindu, rindu pada hari dimana kita saling memberi semangat dan berbagi banyak
hal. Aku rindu, rindu pada hari dimana aku masih bisa menggodamu dengan ejekan-ejekan
kecil yang menyenangkan. Tapi satu hal yang paling aku rindukan dari hari-hari
itu adalah, hari dimana aku dan kau selalu berbagi kasih sayang sehingga aku
tidak perlu mencari cari jawaban dari semua perasaanku kini.
Pupus sudah, selamat tinggal. Kau, masa laluku
yang bahagia.
♥stay strong!
7:58 AM